<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Medyapoetrianggraini019ip1&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Feb 2010 10:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Medyapoetrianggraini019ip1&#039;s Blog</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/osd.xml" title="Medyapoetrianggraini019ip1&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>rambutan</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/rambutan-2/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/rambutan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 10:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[buah-buahan]]></category>
		<category><![CDATA[rambutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Rambutan ?Rambutan Rambutan Buah Rambutan Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata &#8220;rambutan&#8221; berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=144&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading" class="firstHeading">Rambutan</h1>
<p><!-- start content --></p>
<table class="infobox biota" style="text-align:center;width:180px;padding:2.5px;">
<tbody>
<tr style="text-align:center;">
<th><span style="position:relative;float:right;"><a title="Wikipedia:Membaca kotak taksonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Membaca_kotak_taksonomi">?</a></span>Rambutan</th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><a class="image" title="Rambutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rambutan_Nephelium_lappaceum_Whaldener_Endo.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/62/Rambutan_Nephelium_lappaceum_Whaldener_Endo.jpg/180px-Rambutan_Nephelium_lappaceum_Whaldener_Endo.jpg" alt="Rambutan" width="180" height="120" /></a></p>
<div style="text-align:center;">Rambutan</div>
</td>
</tr>
<tr style="background:#90ee90 none repeat scroll 0 50%;text-align:center;">
<th></th>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<th></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td></td>
</tr>
<tr style="background:#90ee90 none repeat scroll 0 50%;">
<th></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rambutan.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Rambutan.jpg/180px-Rambutan.jpg" alt="" width="180" height="180" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rambutan.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Buah Rambutan</p></div>
</div>
</div>
<p><strong>Rambutan</strong> adalah tanaman <a class="mw-redirect" title="Tropis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tropis">tropis</a> yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau <a title="Sapindaceae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sapindaceae">Sapindaceae</a>, berasal dari daerah kepulauan di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>. Kata &#8220;rambutan&#8221; berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.</p>
<p>Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>, <a title="Kamboja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja">Kamboja</a>, <a class="mw-redirect" title="Karibia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karibia">Karibia</a> , <a title="Amerika Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Tengah">Amerika Tengah</a>, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>, <a title="Filipina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina">Filipina</a>, <a title="Thailand" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand">Thailand</a> dan <a title="Sri Lanka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka">Sri Lanka</a>.</p>
<h2><span id="Pemerian_botani" class="mw-headline">Pemerian botani</span></h2>
<p><a title="Pohon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon">Pohon</a> hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur, dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan <a class="mw-redirect" title="Ras lokal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras_lokal">ras lokal</a>.</p>
<p>Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan bersemi (<em>flushing</em>) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.<span class="editsection"> </span> <strong><span id="Pembungaan_dan_bunga" class="mw-headline">Pembungaan dan bunga</span></strong></p>
<p>Tumbuhan ini menghasilkan bunga setelah 7 tahun jika ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan biasanya berumah dua, tetapi bersifat <em>androdioecious</em>, ada tumbuhan jantan dan tumbuhan banci. Tumbuhan jantan tidak pernah bisa menghasilkan buah.</p>
<p>Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal <a title="Musim kemarau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_kemarau">musim kemarau</a> rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).</p>
<p>Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (<a class="new" title="Putik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Putik&amp;action=edit&amp;redlink=1">putik</a>). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi <a title="Pembuahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuahan">pembuahan</a> hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis <a title="Lebah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lebah">lebah</a>, namun yang paling sering hadir adalah <em>Trigona</em>, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar <a title="Lalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lalat">lalat</a>. Di berbagai <a class="new" title="Apiari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Apiari&amp;action=edit&amp;redlink=1">apiari</a>, bunga rambutan juga menjadi sumber utama <a title="Nektar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nektar">nektar</a> bagi lebah peliharaan.</p>
<p><strong><span id="Buah" class="mw-headline">Buah</span></strong></p>
<p>Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki &#8220;rambut&#8221; di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi &#8220;daging&#8221;. Bagian buah yang dimakan, &#8220;daging buah&#8221;, sebenarnya adalah <a title="Salut biji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salut_biji">salut biji</a> atau <em>aril</em>, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas (&#8220;rambutan ace&#8221;/<em>ngelotok</em>).</p>
<p>Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Maret hingga Mei, dikenal sebagai &#8220;musim rambutan&#8221;. Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti <a title="Durian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Durian">durian</a> dan <a title="Mangga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangga">mangga</a>.</p>
<h2><span id="Varietas_rambutan" class="mw-headline">Varietas rambutan</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:HNEP8.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/HNEP8.jpg/180px-HNEP8.jpg" alt="" width="180" height="148" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:HNEP8.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Rambutan yang terbelah</p></div>
</div>
</div>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rambutan_Fruit.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ae/Rambutan_Fruit.jpg/180px-Rambutan_Fruit.jpg" alt="" width="180" height="144" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><strong><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rambutan_Fruit.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></strong></div>
<p><strong> Buah rambutan</strong></div>
</div>
</div>
<p><a title="Pemuliaan tanaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuliaan_tanaman">Perbaikan</a> <a title="Varietas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Varietas">varietas</a> yang dilakukan di Indonesia dan sejumlah negara lain hingga saat ini dilakukan oleh lembaga penelitian milik pemerintah. Di Indonesia, <a class="new" title="Balai Penelitian Buah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Balai_Penelitian_Buah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Balai Penelitian Buah</a> <a class="mw-redirect" title="Solok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solok">Solok</a> yang melakukan tugas ini. Pola perbaikan yang diterapkan hingga saat ini adalah seleksi dari <a title="Plasma nutfah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_nutfah">plasma nutfah</a> yang tumbuh di berbagai pusat keanekaragaman di Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa. Lembaga di Malaysia yang melakukan perbaikan kultivar adalah <a class="new" title="MARDI (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MARDI&amp;action=edit&amp;redlink=1">MARDI</a>.</p>
<p><a class="mw-redirect" title="Kultivar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kultivar">Varietas</a> <a class="new" title="Varietas unggul (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Varietas_unggul&amp;action=edit&amp;redlink=1">unggul</a> rambutan yang sudah dilepas <a class="mw-redirect" title="Departemen Pertanian Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Departemen_Pertanian_Republik_Indonesia">Departemen Pertanian Republik Indonesia</a> hingga <a title="2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a> adalah<br />
1. &#8216;Rapiah&#8217; dari Pasarminggu,<br />
2. &#8216;Bahrang&#8217; dari Langkat,<br />
3. &#8216;Lebakbulus&#8217; dari Pasarminggu,<br />
4. &#8216;Sibatuk Ganal&#8217; dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,<br />
5. &#8216;Nona&#8217; dari Kampar, Riau,<br />
6. &#8216;Binjai&#8217; dari Pasarminggu<br />
7. &#8216;Antalagi&#8217; dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,<br />
8. &#8216;Sibongkok&#8217; dari Sungai Luhut, Kalimantan Selatan,<br />
9. &#8216;Garuda&#8217; dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan<br />
10.&#8217;Tangkue Lebak&#8217; dari Kecamatan Maja, Kalimantan Selatan,<br />
11.&#8217;Narmada&#8217; dari NTB,<br />
12.&#8217;Kundur&#8217; dari Riau</p>
<p>Selain itu, dikenal pula beberapa <a class="mw-redirect" title="Ras lokal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras_lokal">ras lokal</a> yang juga dikenal baik untuk keperluan terntentu, seperti &#8216;Sinyonya&#8217; dan &#8216;Sitangkue&#8217; yang dianjurkan untuk digunakan sebagai <a class="new" title="Batang bawah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batang_bawah&amp;action=edit&amp;redlink=1">batang bawah</a> dalam <a class="new" title="Okulasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Okulasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">okulasi</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=144&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/rambutan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/62/Rambutan_Nephelium_lappaceum_Whaldener_Endo.jpg/180px-Rambutan_Nephelium_lappaceum_Whaldener_Endo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rambutan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Rambutan.jpg/180px-Rambutan.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/HNEP8.jpg/180px-HNEP8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ae/Rambutan_Fruit.jpg/180px-Rambutan_Fruit.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/harimau-sumatera/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/harimau-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[harimau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Harimau Sumatera Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ?Harimau Sumatra Status konservasi Kritis Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Carnivora Famili: Felidae Genus: Panthera Spesies: P. tigris Upaspesies: P. t. sumatrae Nama trinomial Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929 Harimau sumatra 1926 Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=58&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading" class="firstHeading">Harimau Sumatera</h1>
<h3 id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<table class="infobox biota" style="text-align:center;width:180px;padding:2.5px;">
<tbody>
<tr style="text-align:center;">
<th><span style="position:relative;float:right;"><a title="Wikipedia:Membaca kotak taksonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Membaca_kotak_taksonomi">?</a></span>Harimau Sumatra</th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Panthera_tigris_sumatran_subspecies.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/62/Panthera_tigris_sumatran_subspecies.jpg/200px-Panthera_tigris_sumatran_subspecies.jpg" alt="Panthera tigris sumatran subspecies.jpg" width="200" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr style="background:pink none repeat scroll 0 50%;text-align:center;">
<th><a title="Status konservasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Status_konservasi">Status konservasi</a></th>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align:center;"><a class="mw-redirect" title="Spesies kritis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies_kritis">Kritis</a></div>
</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<th><a title="Klasifikasi ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah">Klasifikasi ilmiah</a></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>
<table style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;text-align:left;margin:0 auto;" cellpadding="2">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>Kerajaan:</td>
<td><span class="kingdom"><a class="mw-redirect" title="Animal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Animal">Animalia</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Filum:</td>
<td><span class="phylum"><a class="mw-redirect" title="Chordate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chordate">Chordata</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Kelas:</td>
<td><span class="taxoclass"><a class="mw-redirect" title="Mammal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mammal">Mammalia</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Ordo:</td>
<td><span class="order"><a title="Carnivora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Carnivora">Carnivora</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Famili:</td>
<td><span class="family"><a title="Felidae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Felidae">Felidae</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Genus:</td>
<td><span class="genus"><em><a title="Panthera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panthera">Panthera</a></em></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Spesies:</td>
<td><span style="white-space:nowrap;"><em><a class="new" title="Tiger (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiger&amp;action=edit&amp;redlink=1">P. tigris</a></em></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Upaspesies:</td>
<td><span style="white-space:nowrap;"><em><strong>P. t. sumatrae</strong></em></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr style="background:pink none repeat scroll 0 50%;">
<th><a class="new" title="Nomenklatur trinomial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nomenklatur_trinomial&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nama trinomial</a></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><em><strong>Panthera tigris sumatrae</strong></em><br />
<a class="new" title="Reginald Innes Pocock (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reginald_Innes_Pocock&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pocock</a>, <a title="1929" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1929">1929</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7e/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg/180px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg" alt="" width="180" height="106" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Harimau sumatra 1926</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Harimau sumatra</strong> (<em>Panthera tigris sumatrae</em>) hanya ditemukan di Pulau <a class="mw-redirect" title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a> di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di <a title="Daftar taman nasional di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_taman_nasional_di_Indonesia#Sumatra">Taman-taman nasional di Sumatra</a>. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#cite_note-Cracraft1998-0">[1]</a></sup></p>
<p>Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor <a title="Harimau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau">harimau</a> terbunuh antara 1998 dan 2000.</p>
<table id="toc" class="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p><span class="toctoggle">[<a id="togglelink" class="internal" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</span></p>
</div>
<ul>
<li class="toclevel-1 tocsection-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Ciri-ciri"><span class="tocnumber">1</span> <span class="toctext">Ciri-ciri</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Habitat"><span class="tocnumber">2</span> <span class="toctext">Habitat</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-3"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Makanan"><span class="tocnumber">3</span> <span class="toctext">Makanan</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-4"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Reproduksi"><span class="tocnumber">4</span> <span class="toctext">Reproduksi</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-5"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Perdagangan"><span class="tocnumber">5</span> <span class="toctext">Perdagangan</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-6"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Penegakkan_Hukum"><span class="tocnumber">6</span> <span class="toctext">Penegakkan Hukum</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-7"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Perlindungan_Harimau"><span class="tocnumber">7</span> <span class="toctext">Perlindungan Harimau</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-8"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Rujukan"><span class="tocnumber">8</span> <span class="toctext">Rujukan</span></a></li>
<li class="toclevel-1 tocsection-9"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera#Pranala_luar"><span class="tocnumber">9</span> <span class="toctext">Pranala luar</span></a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Ciri-ciri" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Sumatera&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>]</span> <span id="Ciri-ciri" class="mw-headline">Ciri-ciri</span></h2>
<p>Harimau Sumatra adalah <a title="Subspesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subspesies">subspesies</a> harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.</p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Habitat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Sumatera&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span id="Habitat" class="mw-headline">Habitat</span></h2>
<p>Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.</p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Makanan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Sumatera&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span id="Makanan" class="mw-headline">Makanan</span></h2>
<p>Makanan harimau sumatra tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Mereka punya indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. Harimau sumatra merupakan hewan soliter, dan mereka berburu di malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya <a title="Celeng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celeng">celeng</a> dan <a title="Rusa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusa">rusa</a>, dan terkadang <a title="Unggas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unggas">unggas</a> atau <a title="Ikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a>. <a class="mw-redirect" title="Orangutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orangutan">Orangutan</a> juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau.</p>
<p>Menurut penduduk setempat harimau sumatra juga gemar makan <a title="Durian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Durian">durian</a></p>
<p>Harimau Sumatera juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika memburu mangsa. Luas kawasan perburuan harimau Sumatera tidak diketahui dengan tepat, tetapi diperkirakan bahwa 4-5 ekor harimau Sumatera dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer di kawasan dataran rendah dengan jumlah hewan buruan yang optimal (tidak diburu oleh manusia).</p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Reproduksi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Sumatera&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>]</span> <span id="Reproduksi" class="mw-headline">Reproduksi</span></h2>
<p>Harimau sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau sumatra dapat hidup selama 15 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan.</p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Perdagangan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Sumatera&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>]</span> <span id="Perdagangan" class="mw-headline">Perdagangan</span></h2>
<p>Perdagangan bagian tubuh Harimau di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Penemuan tentang perdagangan Harimau tersebut tercermin dalam survey <a title="Profauna Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Profauna_Indonesia">Profauna Indonesia</a> yang didukung oleh <a class="new" title="International Fund for Animal Welfare (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=International_Fund_for_Animal_Welfare&amp;action=edit&amp;redlink=1">International Fund for Animal Welfare</a> <a class="new" title="(IFAW) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%28IFAW%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">(IFAW)</a> pada bulan Juli &#8211; Oktober 2008. Selama 4 bulan tersebut <a class="new" title="Profauna (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Profauna&amp;action=edit&amp;redlink=1">Profauna</a> mengunjungi 21 kota/lokasi yang ada di <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> dan <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>.</p>
<p>Dari 21 kota yang dikunjungi Profauna, 10 kota diantaranya ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh <a title="Harimau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau">Harimau</a> (48 %). Bagian tubuh harimau yang diperdagangkan meliputi kulit, kumis, cakar atau opsetan utuh.</p>
<p>Harga bagian tubuh Harimau yang dijual itu bervariasi. Untuk yang utuh dijual seharga Rp 5 juta per lembar sampai dengan 25 juta / lembar. Sedangkan Taring Harimau ditawarkan seharga Rp 400.000 hingga Rp 1,1 juta.</p>
<p>Kebanyakan bagian tubuh Harimau tersebut dijual art shop, penjual batu mulia dan penjual obat tradisional. Untuk perdagangan bagian tubuh <a title="Harimau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau">Harimau</a> paling banyak terjadi di Lampung.</p>
<p>Masih maraknya perdagangan bagian tubuh Harimau tersebut sudah dilaporkan <a class="new" title="Profauna (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Profauna&amp;action=edit&amp;redlink=1">Profauna</a> ke <a class="new" title="Departemen Kehutanan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Departemen_Kehutanan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Departemen Kehutanan</a> melalui <a class="new" title="Dirjen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dirjen&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dirjen</a> <a class="new" title="PHKA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PHKA&amp;action=edit&amp;redlink=1">PHKA</a> pada bulan April 2009, dengan harapan pemerintah bisa mengambil langkah-langkah tegas untuk mengatasi perdagangan satwa langka yang dilindungi tersebut. Beberapa tindakan nyata telah diambil pemerintah untuk memerangi perdagangan bagian tubuh Harimau di Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=58&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/harimau-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/62/Panthera_tigris_sumatran_subspecies.jpg/200px-Panthera_tigris_sumatran_subspecies.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Panthera tigris sumatran subspecies.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7e/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg/180px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_koningstijger_%28Felis_tigris%29_uit_Midden-Asahan_Noord-Sumatra_TMnr_10006633.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AYAM</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/ayam/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[CARA MEMELIHARA AYAM Memilih Varietas Ayam Suatu varietas ayam adalah suatu ras atau family dari ayam yang memiliki kesamaan umum dalam hal ukuran, bentuk atau profil, dan pembawaan. Semua ayam dalam satu varietas akan memiliki karakteristik yang sama yaitu: warna kulit, Varietas ini selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas ayam yang sudah banyak dibudidayakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=63&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica;color:#bb4403;font-size:medium;">CARA MEMELIHARA AYAM<br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
<tr>
<td class="normal" align="left"><strong>Memilih Varietas Ayam</strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="normal" align="left">Suatu varietas ayam adalah suatu ras atau family dari ayam yang memiliki kesamaan umum dalam hal ukuran, bentuk atau profil, dan pembawaan. Semua ayam dalam satu varietas akan memiliki karakteristik yang sama yaitu: warna kulit, Varietas ini selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas ayam yang sudah banyak dibudidayakan pada umumnya diberi nama yang dikaitkan dengan tempat asalnya, misalnya American, Asiatic, English, Mediteranian, dan semacamnya.</p>
<p>Untuk memulai usaha kecil-kecilan di bidang peternakan ayam, ada tiga jenis varietas yang bisa dipilih berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu: ayam petelur, ayam pedaging atau ayam potong, dan ayam berfungsi ganda untuk kedua maksud tersebut.</p>
<p><strong>Ayam petelur</strong> &#8211; Ayam ini tubuhnya relatif lebih kecil. Produksi telurnya antara 250 sampai 280 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada saat berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10 &#8211; 12 tahun. Umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun.</p>
<p>Ada dua pilihan untuk ayam petelur ini yang dibedakan dari warna telurnya, yaitu:</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Telur berwarna putih<br />
Ayam petelur dengan telur berwarna putih yang terbaik adalah dari Jenis ras Leghorn. Hanya saja ayam ini suka terbang dan sangat berisik. Jenis ras lainnya yang menghasilkan telur putih diantaranya adalah Minorcas. Anconas, dan California White.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="215">
<tbody>
<tr>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/red_leghorns.jpg" alt="Red Leghorn" width="100" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/calwhite.jpg" alt="Pearl White Leghorn" width="75" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="leftbar" align="center">Red Leghorn</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Pearl White Leghorn</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</li>
<li>Telur berwarna coklat<br />
Sedangkan ayam peterlur dengan telur berwarna coklat yang terbaik adalah dari Jenis ras Production Red. Ayam hibrida ini adalah hasil perkawinan silang dari ayam petelur Rhode Islands Red dan New Hampshire. Sedangkan ayam ras Rhode Islands Red dan New Hampshire sendiri sudah tergolong sebagai ayam petelur yang baik dalam menghasilkan telur berwarna coklat.</li>
</ul>
</blockquote>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="445">
<tbody>
<tr>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/barrock.jpg" alt="Barred Rock" width="67" height="86" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/blackaust.jpg" alt="Black Australorp" width="76" height="86" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/prodred.jpg" alt="Production Red" width="78" height="86" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/goldstar.jpg" alt="Gold Star" width="95" height="86" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="leftbar" align="center">Barred Rock</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Black Australorp</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Production Red</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Gold Star</td>
</tr>
<tr>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/blacksex.jpg" alt="Black Sex Link" width="93" height="100" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/whitrock.jpg" alt="White Rock" width="65" height="86" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/bufforp.jpg" alt="Buff Orpington" width="68" height="86" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="100" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/wyandotte.jpg" alt="Silver Laced Wyandotte" width="76" height="86" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="leftbar" align="center">Black Sex Link</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">White Rock</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Buff Orpington</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Silver Laced Wyandotte</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Ayam pedaging</strong> &#8211; Ayam silang Cornish Rock adalah ayam pedaging yang tergolong terbaik pada saat ini. Ayam ini merupakan hasil silang dari Cornish dan Plymouth Rock. Ayam pedaging lainnya yang tergolong baik adalah dari jenis ras Brahmas, Cochins, dan Cornish. Ayam pedaging yang baik adalah ayam yang mengkonsumsi dua kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram berat tubuhnya. Ayam betina pada umumnya djual ke pasar pada saat beratnya mencapai antara satu tiga per empat kg sampai dua setengah kg sedangkan ayam jantan antara tiga kg sampai empat kg. Ayam yang semakin cepat pertumbuhannya maka semakin ekonomis unuk dipelihara.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="415">
<tbody>
<tr>
<td width="200" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/red_broilers.gif" alt="Red Broilers" width="200" height="173" /></td>
<td width="15"></td>
<td width="200" align="center"><img src="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/black_broilers.gif" alt="Black Broilers" width="200" height="168" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="leftbar" align="center">Red Broiler</td>
<td width="15"></td>
<td class="leftbar" align="center">Black Broiler</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Ayam berfungsi ganda</strong> &#8211; Ayam pada jenis ini merupakan campuran antara ayam petelur dan ayam pedaging. Dominiques, Plymouth Rocks, Sussex, Orpington, and Wynadottes adalah beberapa ras ayam dari ayam berfungsi ganda. Ayam kampung di negara kita adalah termasuk pada jenis ini.Telur ayam jenis ini berwarna coklat dan mereka membesarkan sendiri anak-anaknya. Pada umumnya mereka tidak menghasilkan berat tubuh secepat ayam pedaging dan juga tidak menghasilkan telur sebanyak ayam petelur. Ayam ini berciri khas sebagai ayam yang dipelihara di halaman belakang rumah. Peternak akan memperoleh telur ayam untuk konsumsi sehari-hari disamping sesekali memperoleh daging ayam jantan dari kelebihan jumlah yang diperlukan dan daging ayam-ayam tua yang sudah tidak produktif lagi.</p>
<p>Pertimbangan lain dalam memilih jenis varietas ayam adalah kondisi cuaca lokal di tempat peternakan berada.</p>
<blockquote><p>Ayam yang berbulu tebal akan lebih cocok dipelihara ditempat yang bercuaca lebih dingin dari pada ayam yang berbulu tipis. Orpingtons, Brahmas, Cochins. Plymouth Rocks, Rhode Island Reds dan Wyandottes adalah ayam-ayam yang berbulu tebal yang berarti cocok pada cuaca dingin. Leghorn, Minorca, Andalusian, Hamburgs dan ayam Mediterranean lainnya akan lebih baik dipelihara pada tempat-tempat yang bercuaca lebih hangat.</p></blockquote>
<p>Untuk lebih jelasnya dalam menentukan varietas yang cocok dengan cuaca lokal di tempat Anda, sebaiknya dikonsultasikan pada Dinas Peternakan Ayam setempat atau perusahaan ternak ayam terdekat.</p>
<p>Lebih lanjut, sebaiknya dibiasakan membeli anak ayam yang berkualitas sesuai kebutuhan. Apabila anak ayam dibeli dari perusahaan peternakan ayam, mintalah sekalian divaksinasi terhadap penyakit Marek. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan segera setelah anak ayam dientaskan agar sepanjang hidupnya tercegah dari serangan penyakit Marek yang sangat mematikan. Untuk broiler atau ayam pedaging, agar lebih murah harganya, pilihlah anak ayam yang belum diseleksi kelaminnya (straight-run).</p>
<p>Hendaknya diingat bahwa pada waktu memilih varietas ayam ini apabila ada yang cocok jangan dulu langsung dibeli. Anggap saja Anda berada dalam tahapan sedang melakukan survey, bukan sedang membeli. Pembelian anak ayam sebaiknya dilakukan apabila segala persiapan untuk kedatangan anak ayam telah selesai dikerjakan, karena apabila belum siap maka risiko kematian anak ayam yang baru dibeli tersebut akan sangat tinggi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=63&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/red_leghorns.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Red Leghorn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/calwhite.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pearl White Leghorn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/barrock.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Barred Rock</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/blackaust.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Black Australorp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/prodred.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Production Red</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/goldstar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gold Star</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/blacksex.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Black Sex Link</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/whitrock.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">White Rock</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/bufforp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buff Orpington</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/wyandotte.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Silver Laced Wyandotte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/red_broilers.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Red Broilers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/Images/black_broilers.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Black Broilers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bayam</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/bayam/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/bayam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[bayam]]></category>
		<category><![CDATA[sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Bayam Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ?Bayam Amaranthus caudatus (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.) Sayuran bayam dalam bahasa Indonesia dapat mengacu pada dua genus yang berbeda. Silakan lihat penjelasannya di halaman penjelasan istilah. Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=101&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading" class="firstHeading">Bayam</h1>
<h3 id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<table class="infobox biota" style="text-align:center;width:180px;padding:2.5px;">
<tbody>
<tr style="text-align:center;">
<th><span style="position:relative;float:right;"><a title="Wikipedia:Membaca kotak taksonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Membaca_kotak_taksonomi">?</a></span>Bayam</th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><a class="image" title="Amaranthus caudatus (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Amaranthus_tricolor0.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/91/Amaranthus_tricolor0.jpg/250px-Amaranthus_tricolor0.jpg" alt="Amaranthus caudatus (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.)" width="250" height="188" /></a></p>
<div style="text-align:center;"><em>Amaranthus caudatus</em> (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.)</div>
</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<th></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td></td>
</tr>
<tr style="background:lightgreen none repeat scroll 0 50%;">
<th></th>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:left;padding:0 .5em;"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sayuran bayam dalam bahasa Indonesia dapat mengacu pada dua genus yang berbeda. Silakan lihat penjelasannya di <a title="Bayam (disambiguasi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam_%28disambiguasi%29">halaman penjelasan istilah</a>.</em></p>
<p><strong>Bayam</strong> (<em>Amaranthus</em> <a title="Spesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies">spp.</a>) merupakan <a title="Tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan">tumbuhan</a> yang biasa ditanam untuk dikonsumsi <a title="Daun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun">daunnya</a> sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a> tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat <a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">besi</a> yang penting.</p>
<h2><span id="Pemerian_botani" class="mw-headline">Pemerian botani</span></h2>
<p><a title="Terna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Terna">Terna</a> <a class="mw-redirect" title="Tanaman semusim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_semusim">semusim</a> yang menyukai iklim hangat dan cahaya kuat. Bayam relatif tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan <a class="new" title="Tumbuhan C4 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tumbuhan_C4&amp;action=edit&amp;redlink=1">tumbuhan C4</a>. Batang berair dan kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipe <a class="new" title="Tukal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tukal&amp;action=edit&amp;redlink=1">tukal</a> yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.<span id="Penggunaan" class="mw-headline">Penggunaan</span></p>
<p>Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi &#8220;<em>spinach</em>&#8221; dalam <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a> (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun <a class="new" title="Popeye (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Popeye&amp;action=edit&amp;redlink=1">Popeye</a>), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain &#8211; lihat <a title="Bayam (Spinacia)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam_%28Spinacia%29">Bayam (Spinacia)</a>.</p>
<p>Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: <strong>bayam petik</strong> dan <strong>bayam cabut</strong>. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai <a title="Lalap" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lalap">lalapan</a> (misalnya pada <a title="Pecel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pecel">pecel</a>, <a title="Gado-gado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gado-gado">gado-gado</a>), <a class="new" title="Urap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Urap&amp;action=edit&amp;redlink=1">urap</a>, serta di<a title="Goreng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Goreng">goreng</a> setelah dibalur <a title="Tepung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tepung">tepung</a>. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti <a class="new" title="Sayur bayam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sayur_bayam&amp;action=edit&amp;redlink=1">sayur bayam</a> dan <a class="new" title="Sayur bobor (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sayur_bobor&amp;action=edit&amp;redlink=1">sayur bobor</a>. Bayam petik biasanya berasal dari jenis <em>A. hybridus</em> (<a class="new" title="Bayam kakap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayam_kakap&amp;action=edit&amp;redlink=1">bayam kakap</a>) dan bayam cabut terutama diambil dari <em>A. tricolor</em>. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah <em>A. spinosus</em> (bayam duri) dan <em>A. blitum</em> (bayam kotok).</p>
<p>Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun <a class="new" title="Sitokrom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitokrom&amp;action=edit&amp;redlink=1">sitokrom</a>, <a title="Protein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein">protein</a> yang terlibat dalam <a title="Fotosintesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis">fotosintesis</a>) sehingga berguna bagi penderita <a title="Anemia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anemia">anemia</a>.</p>
<p>Beberapa kultivar <em>A. tricolor</em> memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya adalah <em>A. caudatus</em> karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan <a title="Biji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biji">bijinya</a> (<a class="mw-redirect" title="Bayam biji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam_biji">bayam biji</a>) sebagai sumber <a title="Karbohidrat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat">karbohidrat</a>. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan.</p>
<p>Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=101&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/bayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/91/Amaranthus_tricolor0.jpg/250px-Amaranthus_tricolor0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Amaranthus caudatus (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mentimun</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/100/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/100/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[mentimun]]></category>
		<category><![CDATA[sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/100/</guid>
		<description><![CDATA[Mentimun Mentimun ternyata memiliki beragam khasiat. Biji mentimun memiliki racun alkaloid jenis hipoxanti untuk mengobati anak-anak yang menderita cacingan. Selain itu mentimun dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri. Kandungan yang terdapat pada mentimun antara lain 0.65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2.2%, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, B1, B2, dan C. Apabila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=100&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><strong><a title="Permanent Link: Mentimun" rel="bookmark" href="http://duniatanaman.com/mentimun.html">Mentimun</a></strong></span></h1>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-86" style="margin:2px 7px;" title="ketimun" src="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/11/ketimun-300x300.jpg" alt="ketimun" width="300" height="300" />Mentimun ternyata memiliki beragam khasiat. Biji mentimun memiliki racun alkaloid jenis hipoxanti untuk mengobati anak-anak yang <em><strong>menderita cacingan</strong></em>.</p>
<p>Selain itu mentimun dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri. Kandungan yang terdapat pada mentimun antara lain 0.65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2.2%, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, B1, B2, dan C.</p>
<p class="MsoNormal">Apabila anda menderita <strong><em>sakit pada tenggorokan</em></strong> yang menyebabkan sulit bicara (batuk) dapat dirawat dengan biji mentimun. Caranya sedikit biji mentimun dicampurkan dengan sedikit garam dan dikumur beberapa hari sekali. Pengobatan ini dipercaya dapat mengembalikan suara yang hilang akibat sakit tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Penyakit pening-pening yang berakibat menurunkan berat badan dapat diatasi dengan mengkonsumsi mentimun mentah atau yang telah dimasak. Selain itu, mentimun juga dapat mengobati penyakit disentri.</p>
<p class="MsoNormal">Bersihkan ginjal</p>
<p class="MsoNormal">Selain mampu menurunkan demam, <strong><a title="obat sariawan" href="http://duniatanaman.com/belimbing-wuluh.html">mencegah sariawan</a></strong>, menurunkan tekanan darah tinggi, tanaman merambat ini juga mampu membersihkan ginjal.</p>
<p class="MsoNormal">1. tekanan darah tinggi – parut buah mentimun dan peras airnya kemudian diminum 2 – 3 kali sehari.</p>
<p class="MsoNormal">2. sariawan – setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah lakukan secara rutin</p>
<p class="MsoNormal">3. Membersihkan ginjal – parut buah mentimun dan peras airnya kemudian diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan mentimun.</p>
<p class="MsoNormal">4. Demam – parut mentimun dan letakan hasil parutan diatas perut</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=100&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniatanaman.com/wp-content/uploads/2008/11/ketimun-300x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketimun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wortel</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/98/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/98/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/98/</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Manfaat Wortel Diantara jenis sayur lainnya, wortel termasuk sayuran yang paling digemari banyak orang, baik itu dewasa maupun anak &#8211; anak. Citarasanya yang manis dan teksturnya renyah, cocok sekali dijadikan hidangan yang menyehatkan. Jika anda tidak suka sayuran kesukaan kelinci ini, anda termasuk kelompok yang merugi. Sebab, anda banyak kehilangan manfaat yang diberikan wortel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=98&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><strong>Mengenal Manfaat Wortel</strong></span></h1>
<p><span style="background:#eeeeee none repeat scroll 0 50%;padding:10px;"><img style="margin-right:5px;" src="http://www.lautanindonesia.com/images/serbarasa/a_wortel.jpg" alt="" align="left" /></span></p>
<p>Diantara jenis sayur lainnya, wortel termasuk sayuran yang paling digemari banyak orang, baik itu dewasa maupun anak &#8211; anak. Citarasanya yang manis dan teksturnya renyah, cocok sekali dijadikan hidangan yang menyehatkan. Jika anda tidak suka sayuran kesukaan kelinci ini, anda termasuk kelompok yang merugi. Sebab, anda banyak kehilangan manfaat yang diberikan wortel bagi kesehatan.</p>
<p>Mendengar kata &#8220;wortel&#8221; yang dalam bahasa Inggrisnya disebut <em>carrot</em>, kita pasti langsung teringat pada buah yang berwarna oranye dan bentuknya memanjang, serta salah satunya meruncing. Wortel termasuk dalam tumbuhan sayur yang dalam ilmu biologi, wortel dimasukan dalam famili Apiaceae.</p>
<p>Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel adalah tumbuhan biennial dengan siklus hidup 12 &#8211; 24 bulan yang mampu menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1m, dengan bunga berwarna putih.</p>
<p>Wortel atau dalam bahasa latinnya disebut Daucus carota adalah tumbuhan sayur yang dapat ditanam sepanjang tahun. Terutama didaerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab. Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri.</p>
<p>Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis.</li>
<li>Jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis.</li>
<li>Jenis mantes, yakni wortel hasil kombinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna  khas oranye.</li>
</ul>
<p>Berikut adalah sederet manfaat wortel yang perlu Anda ketahui. Siapa tahu ada resep yang Anda butuhkan.</p>
<ul>
<li>Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler keduya setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang &#8211; kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal didunia kesehatan adalah karoten, lutein, dan lycopen.</li>
<li>Beta karoten merupakan bagian penting dari karoten. Jika tubuh diberi asupan beta karoten maka tubuh akan membentuk vitamin A sesuai yang diperlukan tubuh sehingga menyantap wortel menjadikan cara yang aman untuk memperoleh vitamin A.</li>
<li>Mencegah kanker.</li>
<li>Dibandingkan dengan sayuran lain, wortel paling banyak mengandung beta karoten, rata &#8211; rata 12.000 IU ; para ahli menganjurkan 15.000 &#8211; 25.000 IU perhari. Ini terkait kandungan tinggi beta karoten yang mampu mencegah penyakit kanker, karena sifat antioksidanya yang melawan kerja destruktif sel &#8211; sel kanker. Disamping itu beta karoten membantu sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan &#8220;killer cell&#8221; alami.</li>
<li>Mencegah Rabun Senja dan Memperbaiki Penglihatan</li>
<li>Karoten juga baik untuk kesehatan mata. Membantu mencegah terjadinya rabun senja dan memperbaiki penglihatan yang lemah. Kekurangan vitamin A atau yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai vitaminosis A, dapat menyebabkan buta ayam atau rabun senja.</li>
<li>Menurunkan Kolesterol Darah</li>
<li>Didalam wortel juga terkandung pectin yang baik untuk menurunkan kolesterol darah. Serat yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi. Dengan adanya kandungan kalium dalam wortel, dapat membantu menetralkan asam dalam darah dan vitamin A membantu hati menghilangkan toksin didalam tubuh.</li>
<li>Wortel mentah atau dimasak merupakan sumber kalium dan vitamin C. Mendapatkan dan mengonsumsi wortel sangatlah mudah, dapat dicampur dalam berbagai variasi makanan, minuman jus ataupun suplemen.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=98&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/98/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lautanindonesia.com/images/serbarasa/a_wortel.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>sawi</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/97/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/97/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[sawi]]></category>
		<category><![CDATA[sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/97/</guid>
		<description><![CDATA[Sawi Langsung ke: navigasi, cari Sawi Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=97&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading" class="firstHeading">Sawi</h1>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawi#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawi#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:152px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bokchoy.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/61/Bokchoy.jpg/150px-Bokchoy.jpg" alt="" width="150" height="120" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bokchoy.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Sawi</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Sawi</strong> adalah sekelompok tumbuhan dari <a title="Genus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genus">marga</a> <em><a title="Brassica" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brassica">Brassica</a></em> yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (<a class="mw-redirect" title="Sayuran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayuran">sayuran</a>), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies <em>Brassica</em> yang kadang-kadang mirip satu sama lain.</p>
<p>Di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> penyebutan sawi biasanya mengacu pada <a title="Sawi hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawi_hijau">sawi hijau</a> (<em>Brassica rapa</em> <a title="Kelompok budidaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_budidaya">kelompok</a> <em>parachinensis</em>, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin). Selain itu, terdapat pula <a title="Sawi putih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawi_putih">sawi putih</a> (<em>Brassica rapa</em> kelompok <em>pekinensis</em>, disebut juga petsai) yang biasa dibuat <a title="Sup" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sup">sup</a> atau diolah menjadi <a class="new" title="Asinan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asinan&amp;action=edit&amp;redlink=1">asinan</a>. Jenis lain yang kadang-kadang disebut sebagai sawi hijau adalah <a title="Brassica juncea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brassica_juncea">sesawi sayur</a> (untuk membedakannya dengan caisim). <a title="Kailan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kailan">Kailan</a> (<em>Brassica oleracea</em> kelompok <em>alboglabra</em>) adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda, karena daunnya lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan campuran <a title="Mi goreng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mi_goreng">mi goreng</a>. <a class="new" title="Sawi sendok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sawi_sendok&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sawi sendok</a> (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia <a class="new" title="Boga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boga&amp;action=edit&amp;redlink=1">boga</a> Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=97&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/97/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/61/Bokchoy.jpg/150px-Bokchoy.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>candi pawon</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/95/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/95/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[candi di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[candi pawon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/95/</guid>
		<description><![CDATA[Candi Pawon Langsung ke: navigasi, cari Candi Pawon yang berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=95&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading" class="firstHeading" style="text-align:center;">Candi Pawon</h1>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Pawon#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Pawon#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Candi_Pawon.JPG"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/Candi_Pawon.JPG/180px-Candi_Pawon.JPG" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Candi_Pawon.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Candi Pawon yang berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Candi Pawon</strong> adalah nama sebuah <a title="Candi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi">candi</a>. Candi Pawon dipugar tahun <a title="1903" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1903">1903</a>. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. <a class="new" title="J.G. de Casparis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J.G._de_Casparis&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.G. de Casparis</a> menafsirkan bahwa Pawon berasal dari <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a> <em>Awu</em> yang berarti <em>abu</em>, mendapat awalan <em>pa</em> dan akhiran <em>an</em> yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti <em>dapur</em>, akan tetapi De Casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata <a class="mw-redirect" title="Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sansekerta">Sansekerta</a> <em>vajra</em> = &#8220;halilintar&#8221; dan <em>anala</em> = &#8220;api&#8221;.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kalpataru_Candi_Pawon.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4c/Kalpataru_Candi_Pawon.jpg/180px-Kalpataru_Candi_Pawon.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kalpataru_Candi_Pawon.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Ukiran pohon Kalpataru di bagian frame tengah</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi <a title="Arca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arca">arca</a> sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati <em>(kalpataru)</em> yang diapit pundi-pundi dan <em>kinara-kinari</em> (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Letak Candi Pawon ini berada di antara <a title="Candi Mendut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Mendut">candi Mendut</a> dan <a class="mw-redirect" title="Candi Borobudur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Borobudur">candi Borobudur</a>, tepat berjarak 1750 <a title="Meter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter">meter</a> dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut.</p>
<table class="plainlinks stub noprint" style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">
<tbody>
<tr>
<td><a class="image" title="Garuda Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Garuda_Pancasila,_Coat_Arms_of_Indonesia.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg/30px-Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg.png" alt="Garuda Indonesia" width="30" height="33" /></a></td>
<td valign="top"><em><br />
</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--  NewPP limit report Preprocessor node count: 70/1000000 Post-expand include size: 1806/2048000 bytes Template argument size: 410/2048000 bytes Expensive parser function count: 0/500 --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=95&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/95/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/Candi_Pawon.JPG/180px-Candi_Pawon.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4c/Kalpataru_Candi_Pawon.jpg/180px-Kalpataru_Candi_Pawon.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg/30px-Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Garuda Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candi Mendut</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/90/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/90/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[candi di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[candi mendut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Candi Mendut Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Candi Mendut Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur. Masa pembuatan // &#60;![CDATA[ // Patung Buddha di dalam candi Mendut Candi Mendut didirikan semasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=90&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /></p>
<h1 id="firstHeading" class="firstHeading">Candi Mendut</h1>
<h3 id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<div id="jump-to-nav">Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Mendut#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Mendut#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendut_Temple_Afternoon.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Mendut_Temple_Afternoon.jpg/250px-Mendut_Temple_Afternoon.jpg" alt="" width="250" height="165" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendut_Temple_Afternoon.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Candi Mendut</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Candi Mendut</strong> adalah sebuah <a title="Candi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi">candi</a> berlatar belakang agama <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a>. Candi ini terletak di desa <a title="Mendut, Mungkid, Magelang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mendut,_Mungkid,_Magelang">Mendut</a>, kecamatan <a title="Mungkid, Magelang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mungkid,_Magelang">Mungkid</a>, <a title="Kabupaten Magelang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang">Kabupaten Magelang</a>, <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a>, beberapa kilometer dari candi <a title="Borobudur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur">Borobudur.</a><span class="editsection"> </span> <span id="Masa_pembuatan" class="mw-headline">Masa pembuatan</span></p>
<table id="toc" class="toc">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>// &lt;![CDATA[<br />
//</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG/180px-Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Patung Buddha di dalam candi Mendut</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan <a class="mw-redirect" title="Raja Indra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raja_Indra">Raja Indra</a> dari dinasti <a class="mw-redirect" title="Syailendra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syailendra">Syailendra</a>. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh <a title="824" href="http://id.wikipedia.org/wiki/824">824</a> Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama <em>veluvana</em> yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama <a class="new" title="J.G. de Casparis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J.G._de_Casparis&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.G. de Casparis</a>, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.</p>
<h2><span id="Arsitektur_candi" class="mw-headline">Arsitektur candi</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendut01.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/b4/Mendut01.jpg/200px-Mendut01.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendut01.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Candi Mendut</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah <em>basement</em> yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas <em>basement</em> terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan <a title="Stupa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stupa">stupa</a>-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah.</p>
<p>Tinggi bangunan adalah 26,4 meter.</p>
<h2><span id="Hiasan_pada_candi_Mendut" class="mw-headline">Hiasan pada candi Mendut</span></h2>
<p>Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa bidadara dan bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.</p>
<p>Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita <a class="mw-redirect" title="Pancatantra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pancatantra">Pancatantra</a> dan <a title="Jataka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jataka">jataka</a>.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-relief.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Mendhut-relief.jpg/180px-Mendhut-relief.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-relief.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Hariti.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang <em><a class="new" title="Yaksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yaksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">yaksi</a></em> yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Buddha02.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/35/Mendhut-Buddha02.jpg/180px-Mendhut-Buddha02.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Buddha02.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Buddha dalam posisi <em>dharmacakramudra</em>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (<em><a class="new" title="Mudra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mudra&amp;action=edit&amp;redlink=1">mudra</a></em>) <em>dharmacakramudra</em>. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi. Sekarang di depan arca Buddha diletakkan <em>hio-hio</em> dan keranjang untuk menyumbang. Para pengunjung bisa menyulut sebuah hio dan berdoa di sini.<span id="Kronologi_penemuan" class="mw-headline">Kronologi penemuan</span></p>
<ul>
<li><a title="1836" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1836">1836</a> – Ditemukan dan dibersikan</li>
<li><a title="1897" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1897">1897</a> – <a title="1904" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1904">1904</a> kaki dan tubuh candi diperbaiki namun hasil kurang memuaskan.</li>
<li><a title="1908" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1908">1908</a> – Diperbaiki oleh <a class="new" title="Theodoor van Erp (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theodoor_van_Erp&amp;action=edit&amp;redlink=1">Theodoor van Erp</a>. Puncaknya dapat disusun kembali.</li>
<li><a title="1925" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925">1925</a> – sejumlah stupa disusun kembali.</li>
</ul>
<h2><span id="Relief-relief" class="mw-headline">Relief-relief</span></h2>
<p>Di bawah ini pembicaran mendetail beberapa relief akan disajikan.</p>
<h3><span id="Relief_1_.28Brahmana_dan_seekor_kepiting.29" class="mw-headline">Relief 1 (Brahmana dan seekor kepiting)</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri02.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6b/Mendhut-Tantri02.jpg/180px-Mendhut-Tantri02.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri02.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Brahmana dan seekor kepiting.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau <a title="Fabel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fabel">fabel</a> yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini:</p>
<dl>
<dd><em>Maka adalah seorang brahmana yang datang dari dunia bawah dan bernama Dwijeswara. Ia sangat sayang terhadap segala macam hewan.</em></dd>
<dd><em>Maka berjalanlah beliau untuk bersembahyang di gunung dan berjumpa dengan seekor kepiting di puncak gunung yang bernama Astapada, dibawa di pakaiannya. Maka kata sang brahmana: “Kubawanya ke sungai, sebab aku merasa kasihan.” Maka iapun berjalan dan berjumpa dengan sebuah balai peristirahatan di tepi sungai. Lalu dilepaslah si kepiting oleh sang brahmana. Si Astapada merasa lega hatinya. Sedangkan sang brahmana beristirahat di balai-balai ini. Ia tidur dengan nikmat, hatinya nyaman.</em></dd>
</dl>
<dl>
<dd><em>Adalah seekor ular yang berteman dengan seekor gagak dan merupakan ancaman bagi sang brahmana. Maka kata si ular kepada kawannya si gagak: “Jika ada orang datang ke mari untuk tidur, ceritakan padaku, aku mangsanya.”</em></dd>
</dl>
<dl>
<dd><em>Si gagak melihat sang brahmana tidur di balai-balai. Segeralah keluar si ular katanya: “Aku ingin memangsa matanya kawan.” Begitulah perjanjian mereka.</em></dd>
</dl>
<dl>
<dd><em>Si kepiting yang dibawa oleh sang brahmana mendengar. Lalu kata si kepiting di dalam hati: “Aduh, sungguh buruk kejahatan si gagak dan ular. Sama-sama buruk kelakuannya.” Terpikir olehnya bahwa si kepiting berhutang budi kepada sang brahmana. Ia ingin melunasi hutangnya, maka pikirnya. “Ada siasatku, aku akan berkawan dengan keduanya.” Maka ujar si kepiting, “Wahai kedua kawanku, akan kupanjangkan leher kalian, supaya lebih nikmat kalau kalian ingin memangsa sang brahmana.” – “Aku setuju dengan usulmu, &lt;laksanakanlah&gt; dengan segera.” Begitulah kata si gagak dan si ular keduanya. Kedua-keduanya ikut menyerahkan leher mereka dan disupit di sisi sana dan sini oleh si kepiting dan keduanya langsung putus seketika. Matilah si gagak dan si ular.</em></dd>
</dl>
<h3><span id="Relief_2_.28Angsa_dan_kura-kura.29" class="mw-headline">Relief 2 (Angsa dan kura-kura)</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri01.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/68/Mendhut-Tantri01.jpg/180px-Mendhut-Tantri01.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri01.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Angsa dan kura-kura</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Pada relief ini terdapat lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini. Namun cerita yang disajikan di bawah ini agak berbeda versinya dengan lukisan di relief ini:</p>
<dl>
<dd><em>Ada kura-kura bertempat tinggal di danau Kumudawati. Danau itu sangat permai, banyak tunjungnya beranekawarna, ada putih, merah dan (tunjung) biru.</em></dd>
<dd><em>Ada angsa jantan betina, berkeliaran mencari makan di danau Kumudawati yang asal airnya dari telaga Manasasara.Adapun nama angsa itu, si Cakrangga (nama) angsa jantan, si Cakranggi (nama) angsa betina. Mereka itu bersama-sama tinggal di telaga Kumudawati.</em></dd>
<dd><em>Maka sudah lamalah bersahabat dengan kura-kura. Si Durbudi (nama) si jantan, sedangkan si Kacapa (nama) si betina.</em></dd>
<dd><em>Maka sudah hampir tibalah musim kemarau. Air di danau Kumudawati semakin mengeringlah. [Kedua] angsa, si Cakrangga dan si Cakranggi lalu berpamitan kepada kawan mereka si kura-kura; si Durbudi dan si Kacapa. Katanya:</em></dd>
<dd><em>“Wahai kawan kami meminta diri pergi dari sini. Kami ingin pergi dari sini, sebab semakin mengeringlah air di danau. Apalagi menjelang musim kemarau.Tidak kuasalah kami jauh dari air. Itulah alasannya kami ingin terbang dari sini, mengungsi ke sebuah danau di pegunungan Himawan yang bernama Manasasana. Amat murni airnya bening dan dalam. Tidak mengering walau musim kemarau sekalipun. Di sanalah tujuan kami kawan.” Begitulah kata si angsa.Maka si kura-kurapun menjawab, katanya:</em></dd>
<dd><em>“Aduhai sahabat, sangat besar cinta kami kepada anda, sekarang anda akan meninggalkan kami, berusaha untuk hidupmu sendiri.</em></dd>
<dd><em>Bukankah (keadaannya) sama kami dengan anda, tidak bisa jauh dari air? Ke mana pun anda pergi kami akan ikut, dalam suka dan duka anda. Inilah hasil persahabatan kami dengan kalian.</em></dd>
</dl>
<dl>
<dd><em>Angsa menjawab: “Baiklah kura-kura. Kami ada akal. Ini ada kayu, pagutlah olehmu tengah-tengahnya, kami akan memagut ujungnya sana dan sini dengan isteriku. Kuatlah kami nanti membawa terbang kamu, [hanya] janganlah kendor anda memagut, dan lagi jangan berbicara. Segala yang kita atasi selama kami menerbangkan anda nanti, janganlah hendaknya anda tegur juga. Jika ada yang bertanya jangan pula dijawab. Itulah yang harus anda lakukan, jangan tidak mentaati kata-kata kami. Apabila anda tidak mematuhi petunjuk kami tak akan berhasil anda sampai ke tempat tujuan, akan berakhir mati.”Maka demikianlah kata angsa.</em></dd>
<dd><em>Lalu dipagutlah tengah-tengah kayu itu oleh si kura-kura, ujung dan pangkalnya dipatuk oleh angsa, di sana dan di sini, laki bini, kanan kiri.Segera terbang dibawa oleh angsa, akan mengembara ke telaga Manasasara, tempat tujuan yang diharapkannya. Telah jauh terbang mereka, sampailah di atas ladang Wilanggala.Maka adalah anjing jantan dan betina yang bernaung di bawah pohon mangga. Si Nohan nama si anjing jantan, si Babyan nama si betina. Maka mendongaklah si anjing betina, melihat si angsa terbang, keduanya sama menerbangkan kura-kura. Lalu katanya.“Wahai bapak anakku, lihatlah itu ada hal yang amat mustahil. Kura-kura yang diterbangkan oleh angsa sepasang!”Lalu si anjing jantan menjawab: “Sungguh mustahil kata-katamu. Sejak kapan ada kura-kura yang dibawa terbang oleh angsa? Bukan kura-kura itu tetapi tahi kerbau kering, sarang karu-karu! Oleh-oleh untuk anak angsa, begitulah adanya!” Begitulah kata si anjing jantan.</em></dd>
<dd><em>Terdengarlah kata-kata anjing itu oleh kura-kura, marahlah batinnya. Bergetarlah mulutnya karena dianggap tahi kerbau kering, sarang karu-karu.</em></dd>
<dd><em>Maka mengangalah mulut si kura-kura, lepas kayu yang dipagutnyam jatuhlah ke tanah dan lalu dimakan oleh serigala jantan dan betina.Si angsa malu tidak dipatuhi nasehatnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan melayang ke danau Manasasara.</em></dd>
</dl>
<h3><span id="Relief_3_.28Dharmabuddhi_dan_Dustabuddhi.29" class="mw-headline">Relief 3 (Dharmabuddhi dan Dustabuddhi)</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/66/Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg/180px-Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Dharmabuddhi dan Dustabuddhi</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Cerita ini mengenai dua orang sahabat anak para saudagar. Suatu hari Dharmabuddhi menemukan uang dan bercerita kepada kawannya Dustabuddhi. Lalu mereka berdua menyembunyikan uang ini di bawah sebuah pohon. Setiap kali mereka membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membagi secara adil. Tapi Dustabuddhi tidak puas dan suatu hari mengambil semua uang yang tersisa. Ia lalu menuduh Dharmabuddhi dan menyeretnya ke pengadilan. Tetapi akhirnya Dustabuddhi ketahuan dan dihukum.</p>
<h3><span id="Relief_4_.28Dua_burung_betet_yang_berbeda.29" class="mw-headline">Relief 4 (Dua burung betet yang berbeda)</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d3/Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg/180px-Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Dua burung betet yang berbeda.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Relief ini melukiskan cerita dua burung betet bersaudara namun berbeda kelakuannya karena yang satu dididik oleh seorang penyamun. Sedangkan yang satu oleh seorang pendeta.</p>
<h2><span id="Vihara_Buddha_Mendut" class="mw-headline">Vihara Buddha Mendut</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/aa/Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg/180px-Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Arca Buddha sumbangan Jepang.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Persis di sebelah candi Mendut terdapat <a title="Vihara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vihara">vihara</a> Buddha Mendut. Vihara ini dahulunya adalah sebuah biara Katholik yang kemudian tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat pada tahun <a title="1950-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950-an">1950-an</a>. Lalu tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh sebuah yayasan Buddha dan di atasnya dibangun vihara. Dalam vihara ini terdapat asrama, tempat ibadah, taman, dan beberapa patung Buddha. Beberapa di antaranya adalah sumbangan dari <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>.</p>
<h2><span id="Referensi" class="mw-headline"> </span></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=90&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/90/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Mendut_Temple_Afternoon.jpg/250px-Mendut_Temple_Afternoon.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG/180px-Buddha%27s_statue_inside_candi_Mendut.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/b4/Mendut01.jpg/200px-Mendut01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Mendhut-relief.jpg/180px-Mendhut-relief.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/35/Mendhut-Buddha02.jpg/180px-Mendhut-Buddha02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6b/Mendhut-Tantri02.jpg/180px-Mendhut-Tantri02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/68/Mendhut-Tantri01.jpg/180px-Mendhut-Tantri01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/66/Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg/180px-Mendhut-Dharmabuddhi-Dustabuddhi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d3/Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg/180px-Mendhut-Tantri-2_parrots.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/aa/Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg/180px-Mendhut-Buddha-Jepang01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Candi Peninggalan Sejarah</title>
		<link>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/89/</link>
		<comments>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/89/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medyapoetrianggraini019ip1</dc:creator>
				<category><![CDATA[candi di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Peninggalan Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/89/</guid>
		<description><![CDATA[Candi Peninggalan Sejarah di Sumatera Utara : Iptek Sumatera Utara banyak memiliki situs peninggalan sejarah yang sangat perlu dan penting untuk kepentingan kita semua. Salah satu situs peninggalan Hindu-Buddha berupa candi terdapat di Sumatera Utara bagian Selatan, tepatnya di Kabupaten Padang Lawas. Disana terdapat sebuah Situs Percandian yang dinamakan Situs Padang Lawas. Situs ini merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=89&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;">Candi Peninggalan Sejarah di</h1>
<h1 style="text-align:center;">Sumatera Utara</h1>
<p>: <a id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lnkChannel" href="http://www.wikimu.com/News/Iptek.aspx">Iptek</a> <img class="large" style="border-width:0;" src="http://www.wikimu.com/Common/NewsImage.ashx?id=13716" alt="Candi Peninggalan Sejarah di Sumatera Utara" align="left" /> <span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews">Sumatera Utara banyak memiliki situs peninggalan sejarah yang sangat perlu dan penting untuk kepentingan kita semua. Salah satu situs peninggalan Hindu-Buddha berupa candi terdapat di Sumatera Utara bagian Selatan, tepatnya di Kabupaten Padang Lawas. Disana terdapat sebuah Situs Percandian yang dinamakan Situs Padang Lawas. Situs ini merupakan salah satu situs penting dari masa pengaruh Hindu-Buddha (Klasik) di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Areal situs ini secara administratif terletak di wilayah tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batang Pane, Kecamatan Lubuk Barumun, dan Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara.</span></p>
<p>Kepurbakalaan yang terdapat pada situs ini tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Pane, Sirumambe, dan Sungai Barumun, terdiri dari setidaknya enambelas kompleks percandian atau dalam bahasa setempat lebih dikenal sebagai <em>biaro </em>atau <em>biara </em>yang merupakan adopsi dari kata dalam Bahasa Sansekerta, <em>vihara </em>yang berarti tempat belajar mengajar dan ibadah khususnya bagi penganut agama Buddha (Ing. <em>monastery</em>). Nama lain yang dikenal oleh masyarakat adalah <em>Portibi, </em>yang dalam bahasa setempat berarti dunia. Nama-nama <em>biaro </em>itu antara lain adalah: Sipamutung, Bara, Bahal (I,II, dan III), Sijoreng, Pulo, Sangkilon, Sitopayan, dan Sisoldop.</p>
<p>Berdasarkan sejumlah temuan yang didapatkan di situs ini, secara relatif<em> biaro-biaro </em>di Padang Lawas (Portibi) diperkirakan sudah eksis sejak abad ke-11 M. Data yang dijadikan acuan terutama adalah tulisan-tulisan kuno pada prasasti-prasasti yang ditemukan di situs ini. Salah satu dari beberapa prasasti itu adalah prasasti Gunung Tua, merupakan prasasti tertua yang ditemukan di situs ini, ditulis dalam aksara Jawa Kuna dan menggunakan bahasa Melayu Kuna, yang dipahatkan pada bagian belakang landasan sebuah patung yang diapit terbuat dari perunggu.</p>
<p>Saat ini sisa-sisa kejayaan kerajaan Panai itu masih dapat dilihat di situs Padang Lawas. Beberapa diantara <em>biaro-biaro </em>itu sudah dipugar seperti Biaro Bahal I dan Biaro Bahal II, Biaro Bahal III dan Biaro Sipamutung, sementara <em>biaro-biaro </em>lainnya karena kondisinya sudah teramat rusak mengakibatkan saat ini belum dapat dipugar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com&amp;blog=12193128&amp;post=89&amp;subd=medyapoetrianggraini019ip1&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medyapoetrianggraini019ip1.wordpress.com/2010/02/23/89/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86fed08a4691c0fab3a283b8a3b79e3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">medyapoetrianggraini019ip1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wikimu.com/Common/NewsImage.ashx?id=13716" medium="image">
			<media:title type="html">Candi Peninggalan Sejarah di Sumatera Utara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
